Waspada Tahu Berformalin! Ini Ciri-Ciri Tahu Segar dan Aman Dikonsumsi

tofu, korean, korean food, korean traditional food, traditional food, soft tofu, tofu, tofu, tofu, tofu, tofu

Deteksi Dini dengan Indra Penciuman: Waspadai Aroma Tak Lazim

Indra penciuman adalah alat deteksi pertama dan paling penting untuk menilai kesegaran tahu. Tahu yang dibuat secara alami dan segar akan memiliki aroma khas kedelai yang samar dan lembut, bahkan mungkin hampir tidak berbau. Jika Anda mencium aroma tajam, menyengat, atau berbau seperti bahan kimia—mirip dengan obat-obatan atau alkohol—ini adalah tanda bahaya serius bahwa tahu tersebut kemungkinan besar mengandung formalin atau pengawet berbahaya lainnya. Formalin, meskipun tidak berbau dalam konsentrasi rendah, dapat menyebabkan tahu mengeluarkan bau kimia yang tidak alami. Selain itu, tahu yang mulai basi akan mengeluarkan bau asam yang kuat, menandakan telah terjadi fermentasi bakteri. Selalu cium tahu sebelum membeli; tahu yang baik adalah tahu yang beraroma kedelai natural.

Uji Tekstur dan Kepadatan: Tahu Tidak Boleh Kenyal Berlebihan

Formalin digunakan untuk membuat tahu menjadi sangat awet dan memiliki tekstur yang “sempurna” secara artifisial. Oleh karena itu, lakukan uji tekstur dengan teliti. Tahu segar alami, terutama tahu putih yang tidak digoreng, harus memiliki tekstur yang lembut dan agak rapuh; tahu akan mudah hancur jika ditekan terlalu keras, serta memiliki kepadatan yang sedikit fluffy. Jika Anda menemukan tahu yang terasa sangat kenyal, elastis, atau bahkan memantul ketika ditekan (seperti bola karet) dan tidak mudah hancur, ini adalah indikasi kuat bahwa tahu telah diberi formalin. Formalin membuat protein tahu menjadi sangat kaku dan awet. Selain itu, tahu segar biasanya mudah mengeluarkan sedikit air saat ditekan, sementara tahu berformalin cenderung kering dan tidak mudah mengeluarkan cairan.

Kriteria Visual dan Daya Tahan: Perhatikan Warna dan Lingkungan Simpan

Amati tampilan tahu secara visual dan pertimbangkan daya tahannya. Tahu segar yang alami biasanya memiliki warna putih gading atau krem yang sedikit kusam, bukan putih bersih mencolok. Tahu yang mengandung formalin seringkali terlihat putih bersih dan berkilau, karena formalin mampu mempertahankan warna alaminya secara berlebihan. Kriteria visual terpenting adalah daya tahan: tahu segar alami tidak akan bertahan lama di suhu ruang (hanya beberapa jam) dan harus disimpan dalam rendaman air bersih di lemari es. Jika pedagang tahu menjual tahu yang tidak direndam dalam air, diletakkan terbuka di suhu ruang yang panas, namun terlihat baik-baik saja sepanjang hari, itu adalah bendera merah besar bahwa tahu tersebut mungkin telah diawetkan secara kimia. Selalu pilih tahu yang dijual dalam rendaman air bersih dan segera simpan di kulkas setelah dibeli.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
0

Subtotal